Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan potensi pemulihan jangka pendek setelah menembus pola teknikal falling wedge pada timeframe H1. Meskipun tekanan dari penguatan dolar AS masih terasa, sinyal teknikal dan beberapa data fundamental Eropa yang positif menjadi penopang bagi potensi kenaikan euro terhadap dolar.
Secara fundamental, euro memperoleh dorongan dari data ekonomi Jerman yang lebih baik dari ekspektasi. Produksi industri Jerman (Industrial Production m/m) tercatat naik sebesar 1.2%, jauh di atas ekspektasi penurunan -0.6%. Selain itu, surplus neraca perdagangan Jerman juga mengalami peningkatan menjadi €18.4 miliar, menandakan sektor ekspor tetap kuat di tengah ketegangan dagang global. Di sisi lain, sentimen investor di kawasan euro masih lemah, dan data penjualan ritel mengalami kontraksi -0.7% yang lebih buruk dari perkiraan, menciptakan ketidakpastian terhadap momentum pemulihan zona euro.
Sementara itu, dolar AS tetap dalam jalur penguatan setelah Presiden Donald Trump kembali menghidupkan perang tarif terhadap sejumlah mitra dagang besar seperti Kanada dan Uni Eropa. Penguatan greenback juga didukung oleh kinerja pasar tenaga kerja yang solid dan turunnya angka klaim pengangguran, yang mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat. Namun, beberapa data ekonomi AS mulai menunjukkan pelemahan, seperti data kredit konsumen dan inventori grosir, yang membuka ruang koreksi dolar apabila tren berlanjut.
Dari sudut pandang teknikal, EUR/USD telah menembus pola falling wedge, yang secara historis merupakan pola pembalikan bullish. Breakout terjadi di kisaran 1.1720–1.1730, dengan harga kini mencoba bertahan di atas area tersebut. Zona support penting berada di 1.1680, yang sekaligus menjadi batas bawah bagi skenario bullish. Jika harga mampu bertahan di atas support ini, maka target jangka pendek berada di 1.1812 sebagai resistance terdekat. Indikator moving average EMA 50 dan EMA 200 masih menunjukkan tren menurun, namun dengan adanya pola breakout ini, peluang pembalikan arah patut dipertimbangkan.
Untuk strategi perdagangan, skenario utama yang dapat diterapkan adalah melakukan pembelian (buy) saat harga pullback ke zona 1.1710–1.1730 dengan stop loss di bawah 1.1680. Target profit awal berada di 1.1812 dan bisa diperluas hingga 1.1850–1.1880 jika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan atau jika dolar terkoreksi. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 1.1680 dan gagal bangkit, skenario bearish akan aktif dengan target koreksi ke area 1.1640–1.1600.
Ke depan, para pelaku pasar akan menantikan rilis FOMC Meeting Minutes dan data inflasi AS yang berpotensi mengguncang pasar. Selain itu, perkembangan geopolitik dan lanjutan kebijakan tarif oleh pemerintah AS akan menjadi penentu arah dolar dan pasangan EUR/USD.
Secara keseluruhan, EUR/USD berada dalam fase transisi dengan sinyal pemulihan yang mulai terbentuk. Kekuatan teknikal yang mendukung rebound euro harus dikonfirmasi oleh sentimen pasar dan data makroekonomi selanjutnya. Jika dolar mulai melemah akibat tekanan eksternal dan ketidakpastian tarif, maka euro berpotensi menguat lebih lanjut dalam waktu dekat.

0 Komentar