Berdasarkan data fundamental yang diberikan, kita akan menganalisis kemungkinan arah pergerakan AUD/JPY berdasarkan pengaruh data ekonomi dan peristiwa penting yang terjadi, khususnya dari sisi USD dan EUR, karena AUD memiliki hubungan erat dengan sentimen risiko global.
Analisis Fundamental AUD/JPY
AUD/JPY adalah pasangan yang sangat sensitif terhadap sentimen risiko global. Berikut faktor-faktor utama yang dapat memengaruhi pergerakannya:
1. Data Inflasi AS (CPI & PPI)
- CPI y/y (3.0% vs 2.9% sebelumnya) → Inflasi AS naik sedikit, yang bisa memperkuat USD karena meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari The Fed.
- Core CPI m/m (0.4% vs 0.3% forecast) → Kenaikan inflasi inti menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi.
- Core PPI & PPI (0.3% dan 0.4%) → Inflasi produsen tetap stabil, mendukung kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Dampak pada AUD/JPY: USD yang lebih kuat bisa menekan AUD jika pasar mulai menghindari aset berisiko.
2. Data Retail Sales AS
- Core Retail Sales (-0.4% vs 0.3% forecast) → Penurunan signifikan menunjukkan pelemahan konsumsi di AS.
- Retail Sales (-0.9% vs -0.2% forecast) → Pelemahan ekonomi AS bisa meningkatkan spekulasi pemotongan suku bunga, yang melemahkan USD dan bisa menguntungkan AUD.
Dampak pada AUD/JPY: Data ini bisa memperkuat AUD jika pasar menilai The Fed akan lebih dovish.
3. Unemployment Claims AS (213K vs 217K forecast)
- Sedikit lebih baik dari ekspektasi, tapi tidak cukup signifikan untuk mengubah kebijakan moneter The Fed.
- Pidato ECB Lagarde → Jika dovish, bisa melemahkan EUR dan meningkatkan daya tarik aset berisiko seperti AUD.
- Pidato Powell & Trump → Bisa meningkatkan volatilitas, terutama jika Powell memberikan sinyal mengenai kebijakan moneter ke depan.
- Crude Oil Inventories (4.1M vs 2.4M forecast) → Kenaikan stok minyak bisa menekan harga minyak, yang berpotensi melemahkan AUD karena Australia adalah eksportir komoditas besar.
Kesimpulan & Prediksi AUD/JPY
Berdasarkan data fundamental:
- Inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan → Mendukung penguatan USD dan bisa melemahkan AUD.
- Data penjualan ritel AS buruk → Bisa melemahkan USD dan mendukung AUD.
- Pidato Powell & Trump → Bisa memicu volatilitas.
- Kenaikan stok minyak → Bisa melemahkan AUD.
Secara keseluruhan, dampak data yang beragam ini bisa menciptakan kondisi sideways untuk AUD/JPY, dengan kemungkinan sedikit lebih bearish karena inflasi AS yang lebih tinggi dapat menekan sentimen risiko.
Persentase Kemungkinan Arah AUD/JPY
Berdasarkan kombinasi faktor di atas:
- Turun (Bearish): 55% (Karena inflasi AS yang masih tinggi, yang bisa menekan AUD)
- Naik (Bullish): 45% (Karena penjualan ritel AS yang buruk, yang bisa melemahkan USD)
Rekomendasi: Menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum entry, karena sentimen masih bercampur. Jika ada pelemahan USD lebih lanjut setelah pidato Powell, AUD/JPY bisa naik, tetapi jika inflasi tetap menjadi perhatian utama, maka AUD/JPY bisa turun.


0 Komentar